Di proyek konstruksi pedesaan, masalah seperti kekuatan beton tidak memenuhi standar, segregasi, dan air keluar dari campuran sering terjadi. Penyebab utamanya bukan hanya keterbatasan tenaga kerja, tetapi juga peralatan yang tidak mendukung kontrol proses secara akurat. Menurut laporan dari Indonesian Construction Association (ICA), lebih dari 60% proyek di daerah terpencil mengalami penundaan karena kualitas beton bermasalah—dan ini bisa dicegah dengan teknologi yang tepat.
Langkah-langkah penting mulai dari perhitungan campuran hingga waktu pengadukan harus diterapkan secara konsisten:
Sistem kontrol otomatis dalam mixer modern seperti AS-2.6 mampu memantau kecepatan putaran dan tingkat keseragaman campuran secara real-time. Ini membantu operator membuat keputusan cepat tanpa harus mengandalkan pengalaman saja. Sebuah studi oleh PT Bina Konstruksi Indonesia menunjukkan bahwa penggunaan sistem ini dapat meningkatkan konsistensi beton hingga 44%, serta mengurangi pemborosan material sekitar 15% per proyek.
“Dulu kami selalu khawatir hasil betonnya tidak konsisten. Sekarang dengan AS-2.6, kami bisa fokus pada manajemen proyek, bukan hanya pengadukan.” — Pak Andi, Manajer Proyek di Jawa Timur
Untuk menjaga performa maksimal, pastikan:
Contoh nyata dari proyek infrastruktur di Thailand menunjukkan bahwa penggunaan AS-2.6 meningkatkan persentase beton lolos uji menjadi 98% dibandingkan sebelumnya hanya 72%. Ini bukan hanya soal teknologi—ini adalah investasi jangka panjang dalam keandalan dan reputasi.
Jika Anda mencari solusi hemat biaya namun andal untuk proyek konstruksi lokal, AS-2.6 adalah jawaban. Dengan fitur kontrol cerdas dan desain tahan lama, mesin ini cocok untuk pasar Indonesia, Filipina, Vietnam, dan negara ASEAN lainnya.
Pilih AS-2.6, Pastikan Setiap Meter Kubik Beton Aman dan Kuat