Tahun 2026 menjadi titik balik bagi industri konstruksi berbasis listrik di Asia Tenggara, terutama untuk truk mixer listrik. Dulu, masalah utama adalah jarak tempuh pendek dan waktu pengisian baterai yang lama — hal ini membuat banyak kontraktor enggan beralih ke teknologi hijau. Tapi sekarang, dengan inovasi besar dalam kapasitas baterai dan sistem pengisian, kendaraan seperti Truck Mixer Listrik Model 2026 bisa menempuh hingga 260 km perisi, bahkan beberapa model premium mencapai 305 km.
Perubahan besar datang dari penggunaan baterai lithium-iron-phosphate (LFP) berkapasitas tinggi, yang tidak hanya lebih aman tetapi juga tahan lebih lama — rata-rata 3.000 siklus pengisian. Ditambah lagi, sistem regeneratif energi mengembalikan hingga 15% energi saat rem, menjadikan setiap perjalanan lebih efisien.
Tidak semua proyek sama. Untuk area perkotaan dengan akses listrik stabil, fast charging (DC 120 kW) adalah pilihan ideal — isi daya dari 20% ke 80% hanya butuh 35 menit. Namun, di lokasi konstruksi jauh dari kota atau proyek besar harian, system (swap station) menjadi solusi cerdas: hanya butuh 10–15 menit untuk menukar baterai penuh dengan yang kosong.
Beberapa operator juga mulai menggunakan charging dual gun + swap hybrid, memungkinkan fleksibilitas maksimal: jika satu stasiun rusak, mereka bisa beralih ke lainnya tanpa gangguan operasional.

Jika Anda memiliki proyek sendiri, pertimbangkan membangun stasiun pengisian 7 kW – 22 kW untuk 2–4 unit truk. Untuk proyek besar, kolaborasi dengan penyedia layanan swap battery seperti PT GreenMobility Indonesia bisa menghemat biaya infrastruktur hingga 40% dan meningkatkan produktivitas operasional.
Contoh nyata dari proyek pembangunan gedung di Surabaya menunjukkan bahwa penggunaan sistem dual charging + swap mengurangi downtime hingga 60% dibandingkan hanya pakai fast charging tradisional.
Dapatkan demo gratis dan analisis kelayakan penggunaan truk mixer listrik untuk proyek Anda — kami siap bantu sesuai kondisi lapangan dan anggaran Anda.
Mulai Percobaan Gratis Sekarang →