Saya adalah insinyur sipil yang sudah bertahun-tahun bekerja di proyek-proyek kecil dan menengah di daerah pedesaan dan pegunungan Indonesia. Saya tahu betapa sulitnya mengangkut dan menggunakan mixer beton biasa saat tanahnya licin, miring, atau berbatu. Tapi sejak saya mencoba AS-2.6, segalanya berubah.
Dalam 70% kasus di lokasi konstruksi desa, mixer tradisional tidak bisa masuk ke area dengan kemiringan lebih dari 15 derajat. Alasannya sederhana: roda terlalu besar, chassis kaku, dan distribusi tekanan di tanah tidak merata. Hasilnya? Mobil selip, material tidak tepat sasaran, dan waktu kerja hilang sia-sia.
➡️ Dengan desain chassis engsel, AS-2.6 meningkatkan kemampuan melintasi medan sulit hingga 44% dibanding model standar — data dari uji lapangan di Jawa Barat dan Sulawesi Selatan.
Teknologi ini bukan hanya soal "bisa berputar". Ini tentang bagaimana kita mengontrol arah aliran beton secara akurat. Di lokasi seperti lereng Gunung Bromo, kami sering harus menyiram beton di sudut sempit. Dengan rotasi 270°, operator bisa mengarahkan drum tanpa perlu menggeser posisi mesin — ini hemat waktu dan tenaga.
“Sebelum pakai ini, kami harus bongkar pasang lagi untuk setiap titik tujuan. Sekarang, satu kali posisi, dua kali tujuan.” – Budi, Operator Proyek di Malang.
Dan jangan lupa ban khusus konstruksi — struktur tread-nya sangat dalam, anti slip, bahkan di tanah basah atau berbatu. Kami uji di lokasi dengan kelembapan 85% dan tetap stabil.
Jika Anda mengelola proyek di wilayah yang sulit dijangkau — rumah tangga, jembatan kecil, atau infrastruktur desa — maka AS-2.6 bukan sekadar pilihan. Ini solusi praktis yang menghemat biaya operasional hingga 30% dalam 6 bulan pertama.
Anda punya tantangan unik di lokasi konstruksi? Ceritakan di kolom komentar — kami ingin tahu bagaimana kami bisa membantu lebih baik lagi.